Penampilan Galur Generasi F5 Kedelai Tahan Soybean Mosaic Virus Dengan Potensi Hasil Tinggi
Kedelai (Glycine max L Merr.) merupakan sumber protein dan mempunyai arti penting pada perekonomian Indonesia. Salah satu kendala produksi kedelai adalah penyakit mosaik kedelai yang disebabkan oleh Soybean mosaic virus (SMV). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan galur generasi F5 tahan SMV dengan potensi hasil tinggi. Bahan yang digunakan adalah 14 populasi F5 kedelai yang diseleksi dengan metode bulk yang dimodifikasi di lapangan. Tanaman pada tujuh hari setelah tanam diinokulasi secara mekanik dengan SMV isolat T. Keparahan penyakit dideteksi dengan Indirect ELISA. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan keparahan penyakit terendah (0,61%), jumlah polong isi tertinggi (56,4), jumlah polong hampa terendah (1,1), bobot 100 biji tertinggi (9,35 g/100 biji) dan potensi hasil tertinggi (2,20 t/ha) dihasilkan oleh kombinasi persilangan Gepak Kuning x PI 200485. Tidak satupun generasi F5 yang diuji mempunyai hasil dan bobot biji serta jumlah polong lebih besar dari populasi Gepak Kuning x PI 200485, meskipun tahan terhadap SMV. Galur-galur dari generasi Gepak Kuning x PI 200485 memberikan peluang untuk dikembangkan menjadi varietas unggul kedelai tahan SMV dengan potensi hasil tinggi.
Untuk membaca selengkapnya silahkan klik disini