Diagnosis Penyakit Mosaik (Soybean Mosaic Virus) Terbawa Benih Kedelai
Diagnosis penyakit mosaik (Soybean mosaic virus) terbawa benih kedelai. Penyakit mosaik kedelai tersebar luas di negara penanam kedelai. Kejadian penyakit ini di Jawa Timur disebabkan oleh Soybean mosaic virus (SMV) dan Cowpea mild mottle virus (CMMV). Tujuan penelitian untuk mengetahui etiologi penyakit kedelai pada 14-28 hari setelah tanam (hst). Penelitian dilakukan dengan mengamati gejala visual. Gejala tersebut dikonfirmasi dengan uji infektivitas, ujiserologi. mikroskop elektron (EM), deteksi molekular. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tanaman kedelai bergejala (14-28 hst) dapat dideteksi dengan uji infektivitas. Inokulasi secara mekanik dengan ekstrak daun bergejala menghasilkan becak lokal pada Chenopodium amaranticolor. Sampel dari Madiun, Ngawi, dan Magetan menghasilkan reaksi positif pada uji serologi dengan antiserum SMV, walaupun sampel dari Ponorogo tidak terdeteksi dengan uji serologis. Sampel-sampel yang bereaksi positif tersebut dikonfirmasi dengan pengamatan mikroskop elektron (EM). Pengamatan EM, karakteristik partikel terbentuk batang lentur dengan panjang artikel 900 nm yang diamati dalam sampel terinfeksi. Produk amplifikasi gen Cylindrical inclusion fragmen DNA dari isolat Madiun, Ngawi, dan Magetan mempunyai ukuran 1385bp, tetapi fragmen DNA tersebut tidak terdeteksi di isolat Ponorogo. Hasil ini menunjukkan tanaman 14-28 hst terinfeksi SMV di Madiun, Magetan, dan Ngawi ditularkan lewat benih.
Untuk membaca selengkapnya silahkan klik disini